Tampilkan postingan dengan label TIPS & EBOOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS & EBOOK. Tampilkan semua postingan

28 April 2020

Membuat Curriculum Vitae untuk Mendaftar Beasiswa


Setiap program beasiswa tentunya memiliki kriteria serta syarat pendaftaran masing-masing, namun ada satu dokumen penting yang hampir selalu diminta di setiap program beasiswa, yakni Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan CV.


CV adalah salah satu persyaratan yang penting ketika kita mengajukan aplikasi, mulai dari aplikasi kerja, aplikasi magang, hingga aplikasi untuk mendapatkan beasiswa. Menulis CV dengan baik dan benar akan membuat aplikasi kita lebih dipertimbangkan oleh pihak penyeleksi. Oleh karena itu, penting untuk tahu bagaimana cara membuat CV yang baik.

Perlu diketahui bahwa CV bukan sekedar data-data diri semata, tapi harus disajikan sedemikian rupa agar membuat yang membaca lebih perhatian dan paham perihal diri kita. CV yang baik akan membuat permohonan beasiswa kita lebih besar peluangnya untuk dikabulkan.

Berikut beberapa hal yang perlu disajikan dengan baik dalam CV:
  • Data pribadi serta latar belakang pendidikan
  • Karya ilmiah yang pernah dipublikasikan
  • Prestasi yang menunjang
  • Pengalaman yang dimiliki
  • Kompetensi lain yang relevan
Baca juga:

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu CV harus memiliki relevansi yang kuat dengan bidang studi beasiswa yang kita lamar. Semenarik apapun latar belakang kita, tidak akan bernilai jika tidak berhubungan dengan ketentuan program beasiswanya.


Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang tips dan trik membuat CV yang powerful, kalian bisa ikut kelas CV untuk Beasiswa dari Palbis Amatory. di kelas tersebut kalian juga akan dapat materi sharing langsung dari pemateri bagaimana caranya bikin CV yang menarik minat tim penyeleksi beasiswa dan memperbesar peluangmu lolos seleksi beasiswa.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat dan membantu kalian dalam melamar beasiswa.

Kontributor: Ari Akbar Devananta
Content Writer Palbis Amatory
Bagikan melalui:

24 April 2020

Tips Mendapatkan Surat Rekomendasi untuk Mendaftar Beasiswa


Surat rekomendasi juga dikenal dengan istilah letter of recomendation dan letter of refference adalah sebuah surat yang berisi tentang pendapat atau kesaksian orang lain tentang diri kalian meliputi kemampuan, kelebihan, prestasi akademik, pengalaman, dan lain-lain. Surat rekomendasi adalah salah satu persyaratan yang diminta ketika kalian hendak mendaftar beasiswa atau kuliah. Meminta surat rekomendasi memang proses yang gampang-gampang susah. Tapi kalau caranya sudah salah, dijamin  berburu rekomendasi juga nggak akan mudah. Bisa-bisa orang yang kalian mintain rekomendasi malah jengkel dan terganggu. Nah kalau udah begini kan malah ribet, padahal kan surat sakti itu diperlukan banget!



Yang sering menjadi pertanyaan adalah darimana bisa mendapatkan format surat rekomendasi. Ada dua cara untuk mendapatkan format surat rekomendasi. Pertama, pemberi beasiswa atau kampus menyediakan format surat rekomendasi. Jadi, pemberi rekomendasi cukup menjawab poin-poin apa saja yang ingin diketahui. Bentuk pertama ini memungkinkan pemberi beasiswa dan kampus mendapatkan poin apa saja yang mereka butuhkan dan tidak mendapatkan apa yang mereka tidak butuhkan. Jika kalian tidak menggunakan format yang disediakan, kalian dipastikan tidak diterima.

Di sisi lain, ada juga pihak pemberi beasiswa atau kampus yang tidak menyediakan format rekomendasi. Secara sederhana, apa saja isinya dipasrahkan sepenuhnya kepada pemberi rekomendasi. Disinilah pentingnya kalian memilih dan meminta surat rekomendasi kepada orang yang benar-benar mengenal diri kalian. Dengan begitu, dia akan mempu menuliskan dalam surat rekomendasi tersebut apa saja kelebihan-kelebihan kalian yang dapat menjadi pertimbangan bagi pemberi beasiswa atau universitas untuk memutuskan apakah kalian pantas mendapatkan beasiswa atau diterima di sebuah kampus.


Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang tips dan trik mendapatkan surat rekomendasi yang ampuh, boleh banget ikut kelas Surat Rekomendasi dari Palbis Amatory ini. Karena di kelas tersebut kalian juga akan dapat materi sharing langsung dari pemateri bagaimana caranya beliau bisa dapat surat rekomendasi yang powerful dan berhasil lolos seleksi beasiswa yang sangat ketat dan sangat prestisius. Menarik sekali bukan?
Simak juga
Kontributor: Ari Akbar Devananta
Content Writer Palbis Amatory

Bagikan melalui:

22 April 2020

Pentingnya Proposal Riset Untuk Daftar Beasiswa Kuliah Ke Luar Negeri


Banyak hal yang harus diperhatikan ketika ingin mendaftar beasiswa, salah satunya adalah persyaratan administrasi atau kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi. Salah satu kelengkapan dokumen yang tidak banyak teman-teman persiapkan secara maksimal adalah proposal riset. Padahal, faktanya proposal dalam sebuah penelitian merupakan unsur yang sangat penting bagi yang mau lanjut ke jenjang S2 atau S3 dengan penelitian (master by research).


Master by research merupakan sebuah program S2 dengan proporsi dominan untuk penelitian guna pembuatan tesis. Program ini biasanya berlangsung selama 2 tahun. Mata kuliah hanya sedikit (kalaupun ada),  paling banyak 3 mata kuliah saja selama 2 tahun itu. Biasanya mahasiswa akan menghabiskan semester pertama untuk kuliah dan 3 semester berikutnya full riset dan menulis tesis.

Selain itu, apabila teman-teman hendak lanjut studi S3 maka kalian harus memenuhi 2 indikator bobot studi S3 yang harus tertuang dalam proposal, yakni novelty dan achievable. Di sini, novelty berarti aspek kebaruan, bagi yang studi S3 diwajibkan memberikan kontribusi yang orisinil kepada sains. Sementara itu, achievable bermakna bahwa studi tersebut harus realistis dan dapat dirampungkan dalam kurun waktu tertentu (lazimnya 3-4 tahun), dengan mempertimbangkan berbagai faktor (misalnya anggaran dana, fasilitas laboratorium, dan berbagai aspek serta perhitungan lainnya).
Baca juga
Setelah membaca sampai sini, kalian pun mulai sedikit paham tentang apa itu proposal riset dan 2 aspek indicator yang harus dipenuhi dalam membuat proposal riset. Kalau kalian ingin mengetahui lebih banyak tentang proposal riset untuk daftar beasiswa, kalian boleh juga ikut kelas proposal riset yang sedang diadakan oleh Palbis Amatory. Inysa Allah kalian akan lebih paham lagi bagaimana caranya membuat proposal riset yang baik dan berpeluang besar diterima.


Akhirnya, karena proposal riset adalah salah satu kelengkapan dokumen untuk mendaftar beasiswa maka kalian juga harus mempersiapkannya dengan sebaik dan semaksimal mungkin. kalian juga bisa berkonsultasi tentang proposal risetmu dengan dosen pembimbing atau alumni kampus kalian yang pernah studi lanjut ke luar negeri dengan beasiswa sehingga akan membuat kualitas proposal risetmu menjadi lebih baik dan kalianpun akan jadi merasa lebih percaya diri untuk mulai mendaftar beasiswa impianmu. Semoga sukses ya!

Kontributor: Ari Akbar Devananta
Content Writer Palbis Amatory

Bagikan melalui:

31 Maret 2020

Buku Panduan TOEIC


Program beasiswa atau program lain, utamanya yang ditujukan untuk peserta internasional, hampir selalu mewajibkan para pesertanya memiliki kemampuan berbahasa Inggris pada tingkat tertentu. Hampir tidak mungkin lembaga-lembaga penyelenggara beasiswa/program menguji sendiri kemampuan berbahasa Inggris calon peserta, untuk itu mereka memakai standard yang obyektif dalam menilai kemampuan berbahasa Inggris seseorang.



Standar kemampuan Berbahasa Inggris yang paling terkenal adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language) serta IELTS (International English Language Testing System). Selain kedua test tadi, sekarang sudah mulai banyak juga lembaga (terutama perusahaan-perusahaan internasional) yang menggunakan skor/nilai TOEIC (Test of English for International Communication) untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang.

Teman-teman yang hendak mengikuti TOEIC sebaiknya sudah paham mengenai format tes, hal-hal yang perlu diperhatikan, contoh-contoh soal dan sebagainya. Ada 2 jenis TOEIC yakni Listening dan Reading Test dan Speaking and Writing Test.
Baca juga Persyaratan dan Persiapan Memperoleh Beasiswa
Buku Panduan serta contoh-contoh soal kedua jenis tes tersebut dapat mengunduh secara gratis pada tautan di bawah ini:



Kedua buku pegangan di atas kami temukan di situs resmi ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga yang memang berkompeten melakukan TOEIC serta tes-tes lainnya.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

Bagikan melalui:

27 Maret 2020

Kuliah Diploma atau S1 Setelah Lulus SMA?


Setelah teman-teman lulus SMA (sederajat) tentu saja banyak yang berencana untuk melanjutkan pendidikan, kuliah di perguruan tinggi. Di sini teman-teman tidak hanya akan dihadapkan pada banyak pilihan bidang studi melainkan juga jalur yang akan ditempuh.


Secara umum, bagi lulusan SMA/sederajat tersedia dua jalur pendidikan tinggi, yaitu Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Akademik atau yang lebih gampang dipahami, yaitu jalur Diploma (D1, D2, D3, dan D4) dan jalur S1. Di artikel ini kita akan bahas mengenai apa bedanya Pendidikan Vokasi dan Akademik.

Kita mulai dari yang paling populer dulu yaitu Pendidikan Akademik atau jalur S1. Teman-teman pasti sudah paham apa itu jalur S1, yaitu pendidikan tinggi yang, pada umumnya, berdurasi selama empat tahun dan setelah lulus akan mendapat gelar sarjana sesuai bidangnya. Misalnya Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Teknik (S.T.) dan sebagainya.

Jalur Pendidikan Vokasi terdiri dari 4 program yaitu Program Diploma 1 (D1), Diploma 2(D2), Diploma 3 (D3), dan Diploma 4 (D4). Durasi masing-masing program berbeda, 1 tahun untuk D1, 2 tahun untuk D2, 3 tahun untuk D3, serta 4 tahun untuk D4. Perlu dicatat bahwa program Diploma ini BUKAN program berjenjang, melainkan program yang berdiri sendiri. Jadi untuk mengambil program D4, misalnya, kita tidak harus melalui D1, D2, dan D3 terlebih dahulu. Setelah lulus SMA, kita bisa langsung masuk program D1, atau D2, atau D3 atau D4 sesuai pilihan masing-masing.

Mereka yang telah menyelesaikan program Diploma akan memperoleh gelar sebagai berikut:
  • Diploma 1 mendapat gelar Ahli Pratama (A.P.)
  • Diploma 2 mendapat gelar Ahli Muda (A.Ma)
  • Diploma 3 mendapat gelar Ahli Madya (A.Md)
  • Diploma 4 mendapat gelar Sarjana Terapan (S.Ter) yang setara dengan gelar S1


Perbedaan Pendidikan Vokasi dan Akademik, selain masa studinya, terletak pada penekanan kurikulumnya. Masa studi normal Pendidikan Vokasi bisa kita pilih sendiri mana yang sesuai dengan kondisi masing-masing (mulai dari 1 tahun sampai dengan 4 tahun), sedangkan masa studi S1 adalah 4 tahun. Penekanan kurikulum juga berbeda, dimana Pendidikan Vokasi lebih dominan keterampilan praktik, sedangkan Pendidikan Akademik lebih dominan pengetahuan teori.

Setelah mengetahui perbedaan Pendidikan Vokasi dan Akademik, teman-teman bisa memilih jalur dengan lebih mantap sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Bagi yang lebih berminat menjadi praktisi yang terampil mungkin jalur Vokasi lebih sesuai, demikian pula bagi yang lbih menyukai mempelajari pengetahuan teori dan berniat menjadi akademisi atau peneliti yang handal, jalur Akademik akan lebih sesuai.

Bisakah beralih dari jalur Pendidikan Vokasi ke Pendidikan Akademik?
Secara umum, tidak bisa karena memang sudah berbeda jalur. Namun khusus untuk lulusan D3, beberapa perguruan tinggi menyediakan program alih jalur ke S1, atau yang biasa disebut program ekstensi. Perlu dicatat bahwa untuk program ekstensi ini tidak semua perguruan tinggi memilikinya. Selain itu tawaran program beasiswa untuk program ekstensi sangat jarang.


Dengan mempertimbangkan semua aspek Pendidikan Vokasi dan Akademik, teman-teman yang hendak melanjutkan kuliah sebaiknya sudah menentukan dari awal jalur mana yang akan dipilih. Tentu saja harus sejalan dengan minat, bakat, serta kondisi-kondisi lainnya masing-masing.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam menentukan masa depan teman-teman. Tetap semangat!

Bagikan melalui:

01 Agustus 2019

Sekilas Tentang Beasiswa Chevening


Ketika mendengar kata "Chevening" maka kita langsung teringat pada program beasiswa dari Pemerintah Inggris. Ya, program Beasiswa Chevening memang salah satu beasiswa yang paling prestisius dan banyak diincar oleh para pencari beasiswa di seluruh dunia. Dalam artikel singkat ini kita akan membahas mengenai Beasiswa Chevening dan apa saja manfaat dan kelebihannya.


Sejarah Singkat Chevening
Program Beasiswa Chevening mengambil nama sebuah bangunan bersejarah, Chevening House, yang dibangun pada abad 17 di Kent, Inggris bagian tenggara. Beasiswa Chevening sendiri telah diselenggarakan lebih dari 30 tahun, tepatnya pertama kali diberikan pada tahun 1983. Sampai saat ini terdapat  lebih dari 50.000 alumni beasiswa Chevening di seluruh dunia, dan di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 1.500 alumni.

Program Beasiswa Chevening
Beasiswa Chevening dikhususkan untuk mereka yang ingin melanjutkan studi jenjang S2 (Master) saja. Ini sejalan dengan misinya, memberi kesempatan kepada para calon pemimpin untuk belajar di UK, sehingga para calon penerima beasiswa adalah para profesional level menengah dengan pengalaman kerja yang memadai dan yang memiliki kepemimpinan yang menonjol.
Satu hal yang khas dari Chevening adalah tidak ada batasan bidang studi yang bisa dipilih oleh para penerimanya. Demikian pula pilihan perguruan tingginya, semua perguruan tinggi di UK (tidak hanya yang di  Inggris, namun termasuk juga Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara) boleh dipilih oleh para penerima beasiswa.

Siapa yang Dicari oleh Chevening?
Penerima beasiswa Chevening terdiri dari berbagai kalangan di berbagai bidang, mulai dari seniman, jurnalis, polisi, wirausahawan, sampai ke ilmuwan. Sekalipun begitu beragamnya latar berlakang akademis serta bidang kerja mereka, namun ada kesamaan karakter, yakni kepemimpinan (leadership) serta keberanian membuat perubahan (change maker).

Apa Manfaat yang Diberikan oleh Chevening?
Selain manfaat secara finansial, dimana Chevening menanggung semua biaya perkuliahan, tiket penerbangan, memberikan tunjangan biaya hidup serta tunjangan lainnya, Chevening juga memberikan manfaat lain berupa keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan akademis maupun non akademis, kesempatan untuk mengenal budaya Inggris, serta ikut bergabung dalam jaringan global para alumni Chevening.


Kenapa Kuliah di UK?
Sistem perkuliahan di Inggris sangatlah efisien, semua program Master cukup diselesaikan dalam waktu satu tahun. Hal ini tentu saja merupakan keuntungan luar biasa bagi penerima beasiswa Chevening karena mereka tidak perlu terlalu lama meninggalkan pekerjaan serta lebih cepat meningkatkan karir.
Kuliah di UK berarti juga akan merasakan atmosfir multi-kultural mengingat saat ini ada lebih dari 400.000 mahasiswa internasional dari lebih 150 negara yang sedang kuliah di UK, dimana 4.000 di antaranya dari Indonesia. Universitas di UK memang ramah terhadap mahasiswa asing (foreign student friendly) maka tak heran apabila UK menjadi salah satu tujuan belajar yang favorit. Satu lagi manfaat kuliah di UK, tanpa harus mengikuti kursus intensif, secara otomatis kemampuan bahasa Inggris para mahasiswanya akan meningkat pesat.

Pendaftaran dan Seleksi Chevening
Masa pendaftaran Chevening dibuka di bulan Agustus (simak terus Instagram @info_beasiswa untuk updatenya) dan akan ditutup tiga bulan kemudian di bulan November. Biasanya pada bulan Maret tahun berikutnya sudah diketahui siapa saja yang berhak memperolah beasiswa pada tahun tersebut. Bulan Juli adalah batas terakhir untuk mengumpulkan seluruh persyaratan, termasuk Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan.
Melihat timeline proses pendaftaran, seleksi serta batas akhir penyerahan persyaratan, sebaiknya para pelamar Chevening tidak menunggu sampai ada pengumuman final di awal Juni baru mendaftar ke universitas tujuan. Pendaftaran ke universitas tujuan bisa dilakukan secara simultan dengan pendaftaran Chevening. Cukup banyak kasus dimana pelamar yang lolos seleksi ternyata batal mendapat beasiswa karena terlambat mendapatkan LoA dari universitas tujuan.



Artikel singkat ini kami ambil dari berbagai sumber, antara lain penjelasan langsung dari Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mr Rob Fenn pada saat Launch Event Chevening 2019-2020, bincang-bincang kami dengan para alumni, serta diskusi dengan tim Chevening di Indonesia.
GRATIS Buku Panduan Kuliah di Inggris
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Bagikan melalui:

08 Juni 2019

Sekilas Tentang IELTS - International English Language Testing System


Istilah IELTS tentu saja sudah tidak asing di telinga, terutama di kalangan pencari beasiswa. Ya, seperti TOEFL, nilai IELTS sering menjadi salah satu syarat utama apabila kita hendak mendaftar program beasiswa, utamanya ke mancanegara. Dalam artikel singkat ini kita akan membahas sekilas mengenai IELTS agar mendapat gambaran yang lebih komprehensif.


Apa itu IELTS?
IELTS adalah kependekan dari International English Language Testing System. Dari namanya kita pasti bisa menebak bahwa IELTS adalah semacam tes Bahasa Inggris yang sifatnya internasional. Tidak salah, IELTS memang sebuah sistem pengujian kemampuan berbahasa Inggris seseorang, utamanya yang berasal dari negara-negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari (non English speaking countries) seperti negara kita ini.
Nilai IELTS menjadi bukti sampai tingkatan mana kemampuan berbahasa Inggris pemiliknya. Ini bisa digunakan sebagai tolok ukur apakah yang bersangkutan memenuhi kriteria untuk mendaftar kuliah atau untuk persyaratan bekerja di luar negeri yang berbahasa Inggris.
Nilai IELTS atau bukti kemampuan berbahasa Inggris ini pada umumnya berlaku selama kurun waktu dua tahun. Setelah dua tahun sejak tanggal tes, nilai IELTS tidak berlaku lagi.

Sejarah dan Latar Belakang IELTS
IELTS pertama kali dilaksanakan ditahun 1980 oleh Cambridge English Language Assessment dan The British Council. Ketika itu masih bernama ELTS (English Language Testing System) tanpa tambahan kata "International". Tujuan dari ELTS ini untuk mengikuti perkembangan sistem pengajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif serta Bahasa Inggris untuk keperluan khusus.
Pada dekade 1980'an pengikut tes ini sangat sedikit dan kurang menjangkau khalayak internasional. Kemudian International Development Program of Australian Universities and Colleges (IDP) ikut bergabung dan format ELTS mulai disempurnakan dan pada tahun 1989 lahirlah IELTS dengan tiga lembaga penyelenggara Cambridge English Language Assessment, The British Council dan IDP: IELTS Australia. Dalam perjalananannya IELTS mengalami beberapa perubahan dan penyempurnaan format dan materi sampai menjadi yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan Metode IELTS
Ada dua jenis IELTS yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. Dari namanya kita sudah bisa menebak kira-kira apa perbedaan di antara kedua jenis tersebut; IELTS Academic digunakan untuk keperluan akademis (pendaftaran kuliah/beasiswa) sedangkan IELTS General Training digunakan untuk keperluan lainnya seperti bekerja, persyaratan imigrasi dan sebagainya. Jadi jangan keliru memilih IELTS sesuai keperluan kita. Ada empat aspek kemampuan Bahasa Inggris yang dinilai dalam IELTS (baik Academic maupun General Training) yaitu Listening, Reading. Writing, serta Speaking.
Pengujian IELTS ada dua cara yakni tertulis memakai kertas (paper based test) serta menggunakan komputer (computer based test). Tidak ada perbedaan dalam materi, tingkat kesulitan, serta sistem penilaian di antara kedua cara ini. Perbedaan hanya dalam hal cara pengujiannya saja.

Sistem penilaian IELTS
Sistem penilaian IELTS menggunakan skala 0-9 atau yang biasa disebut score bands. Nilai ini merupakan rata-rata dari nilai 4 aspek yang diuji (Listening, Reading, Writing, Speaking). Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi tingkat kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Tidak ada perbedaan sistem penilaian antara tes menggunakan kertas maupun komputer.
Nilai IELTS berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes dilakukan.


Biaya IELTS
Biaya untuk satu kali tes IELTS (baik Academic ataupun General Training) sebesar USD 205 (sekitar Rp 2,8 - 2,9 juta tergantung kurs yang dipakai).
GRATIS Panduan IELTS
Demikian sekilas mengenai IELTS, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.

Bagikan melalui:

23 Mei 2019

Mengenal TOEFL - Test of English as a Foreign Language


Teman-teman pencari beasiswa tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah TOEFL. Ya, nilai atau score TOEFL sering sekali menjadi salah satu syarat dalam mendaftar kuliah, terutama kuliah ke luar negeri yang bahasa pengantarnya menggunakan Bahasa Inggris. Sebetulnya apa tiu TOEFL? Dalam artikel ini kita akan bahas secara singkat mengenai TOEFL.


Apa itu TOEFL?
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language yang merupakan suatu tes kemampuan berbahasa Inggris seseorang yang berasal dari negara atau wilayah yang tidak menggunakan Bahaasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari (non-English speaking countries). Hasil TOEFL, yang berupa nilai tertentu, diterima secara luas di berbagai negara dan institusi pendidikan sebagai bukti tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris.
Dengan adanya TOEFL maka sebuah universitas, misalnya, tidak perlu menguji sendiri satu per satu kemampuan berbahasa Inggris pendaftar dari negara lain. Cukup melihat nilai TOEFL saja maka bisa diketahui apakah yang bersangkutan memenuhi syarat minimal kemampuan berbahasa Inggris yang sudah ditentukan.
Pada umumnya nilai TOEFL hanya berlaku paling lama dua tahun sejak tanggal tes saja. Setelah lewat dua tahun, nilai tersebut dianggap sudah tidak valid lagi, sehingga kita harus mengikuti TOEFL kembali.

Sejarah dan Latar Belakang TOEFL
Sejarah lahirnya TOEFL dimulai di tahun 1962 ketika beberapa organisasi pemerintah dan swasta di Amerika Serikat membentuk sebuah dewan nasional untuk mengatasi masalah bagaimana memastikan para pelajar asing yang bukan penutur asli memiliki kemampuan Bahasa Inggris cukup memadai untuk kuliah di perguruan tinggi di sana. Dewan ini merekomendasikan pengembangan dan pelaksanaan TOEFL.
Di tahun 1964 TOEFL pertama kali di selenggarakan oleh The Modern Language Association. Sejak tahun 1965 The College Board (badan seleksi masuk perguruan tinggi) dan Educational Testing Service (ETS) secara bersama-sama melanjutkan program pengujian TOEFL.
Mulai tahun 1973 terjadi kesepakatan bahwa ETS lah yang melaksanakan TOEFL sampai hari ini.

Jenis dan format TOEFL
Sejak berdirinya sampai sekarang format TOEFL mengalami beberapa perubahan. Sejak diperkenalkannya TOEFL Internet Based Test (TOEFL iBT) di tahun 2005, perlahan-lahan TOEFL Computer Based Test (CBT) dan TOEFL Paper Based Test (PBT) mulai tergeser. TOEFL CBT sudah dihentikan di tahun 2006 dan TOEFL PBT digantikan oleh format baru, yaitu Paper-delivered Test untuk lokasi-lokasi tertentu yang tidak bisa mengkases internet.
Selain TOEFL iBT dan Paper-delivered Test, ada jenis TOEFL yang lain yakni TOEFL ITP (Institutional Testing Program). TOEFL ITP menggunakan materi akademik mirip Bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah dan formatnya menyerupai TOEFL PBT.

Sistem Penilaian:
Ada 4 komponen yang diuji dalam TOEFL iBT yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Rentang nilai untuk masing-masing komponen adalah antara 0 sampai 30 sehingga secara keseluruhan, rentang nilai TOEFL iBT adalah antara 0 - 120.
Dalam TOEFL ITP hanya ada 3 komponen yaitu Listening ComprehensionStructure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Nilai TOEFL ITP merupakan akumulasi dari ketiga komponen tersebut dengan rentang nilai antara 310 - 677.

TOEFL iBT atau TOEFL ITP?
Penyelenggara TOEFL iBT adalah ETS (dan lembaga-lembaga yang bekerja sama dengan ETS), sedangkan TOEFL ITP, selain yang diselenggarakan oleh ETS, juga diselenggarakan oleh banyak institusi dan lembaga kursus Bahasa Inggris. TOEFL ITP juga sering digunakan secara internal oleh institusi untuk menilai perkembangan dan kemajuan penguasaan Bahasa Inggris seseorang.
Dari segi biaya, terdapat perbedaan mencolok antara TOEFL iBT dan TOEFL ITP. Biaya TOEFL iBT sekitar USD 200 (lebih dari Rp 2,8 juta dengan nilai tukar pada saat artikel ini dibuat), sedangkan biaya TOEFL ITP jauh lebih murah, hanya ratusan ribu rupiah saja tergantung lembaga yang menyelenggarakannya.
TOEFL ITP diterima secara terbatas hanya untuk dalam negeri dan beberapa program beasiswa ke luar negeri tertentu saja. Jadi apabila kita hendak mendaftar kuliah atau beasiswa ke luar negeri, cari tahu dengan pasti apakah TOEFL ITP bisa diterima atau hanya TOEFL iBT saja yang berlaku.

GRATIS
Demikian sekilas mengenai TOEFL, semoga informasi ini bermanfaat untuk menentukan TOEFL mana yang harus kita ikuti sesuai kebutuhan kita.

Bagikan melalui:

08 Mei 2019

GRATIS: Buku Panduan Kuliah di Inggris


Inggris adalah salah satu negara tujuan favorit bagi orang Indonesia. Selain kualitas pendidikan tingginya yang memang bagus, juga banyak program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan universitas di sana. Faktor bahasa juga menjadi salah satu pertimbangan kenapa banyak yang berminat menuntut ilmu di Inggris karena Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang banyak dikuasai orang Indonesia.


Meskipun demikian, hidup dan menempuh studi di Inggris pasti juga membutuhkan adaptasi karena adanya perbedaan kultur serta sistem dan aturan-aturan yang berlaku di negara tersebut. Bertujuan untuk memudahkan para mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah di Inggris, Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPIUK) telah merangkum semua hal mendasar yang harus diketahui oleh mereka dalam sebuah buku panduan elektronik yaitu Kuliah di Inggris Raya.
GRATIS Panduan Kuliah di Amerika Serikat
Buku panduan yang menggunakan Bahasa Indonesia ini mengulas semua aspek yang harus dipahami oleh mereka yang bermaksud kuliah di Inggris, mulai dari tips memilih kampus, prosedur pendaftaran, pengurusan visa, akomodasi, sarana ibadah bagi umat Islam, sampai makanan halal dan makanan khas Indonesia. Teman-teman yang berniat menuntut ilmu di Inggris perlu membaca buku panduan ini.

Buku panduan ini bisa diunduh secara GRATIS dengan klik di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa bagikan juga ke rekan-rekan lain, siapa tahu mereka juga membutuhkannya. #eropa #uk

Bagikan melalui:

07 Mei 2019

GRATIS: Buku Panduan Kuliah di Jerman


Jerman adalah salah satu negara tujuan favorit bagi teman-teman yang berniat melanjutkan studi di daratan Eropa. Ya, karena pendidikan tinggi di Jerman terkenal bagus. Namun hidup dan belajar di negara lain pasti membutuhkana adaptasi, apalagi di Jerman yang budayanya sangat berbeda dengan di tanah air. Banyak yang harus kita pelajari dan persiapkan sebelum berangkat ke sana kalau tidak mau kebingungan setelah ada di sana.


Lembaga Pelayanan Pertukaran Akademis Jerman, atau yang dalam Bahasa Jerman disingkat sebagai DAAD, telah mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi oleh para mahasiswa asing yang belajar di negara tersebut dan menyusun sebuah panduan berupa buku saku elektronik berjudul Destination Germany; A Pocket Guide for International Students.
Unduh GRATIS Panduan Kuliah di Korea Selatan
Panduan ini mencakup semua aspek yang perlu diperhatikan bagi mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Jerman, mulai dari persiapan sebelum berangkat, sistem pendidikan tinggi di Jerman, cara pendaftaran, persyaratan umum, kehidupan di Jerman termasuk akomodasi, layanan kesehatan dan masih banyak lagi.

Yang lebih menarik, panduan ini bisa diperoleh secara GRATIS dengan mengunduhnya di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat dan silakan bagikan ke teman-teman lain yang mungkin membutuhkannya.

Bagikan melalui:

GRATIS: Buku Panduan Kuliah di Korea Selatan


Minat generasi muda Indonesia untuk menuntut ilmu di Korea Selatan cukup tinggi. Namun banyak juga yang ragu mengingat budaya dan bahasa yang digunakan di sana sangat berbeda dengan budaya kita. Beberapa program internasional di berbagai perguruan tinggi di Korea Selatan memang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, tetapi perbedaan budaya tetap jadi kendala bagi mereka yang baru pertama belajar di Negeri Ginseng ini.


Pemerintah Korea Selatan juga menyadari hal ini, sehingga mereka menyusun sebuah buku panduan bagi para mahasiswa internasional yang (akan) belajar di sana. Study in Korea, sebuah lembaga jasa pendidikan yang dikelola oleh pemerintah Korea Selatan telah menerbitkan sebuah buku elektronik Guidebook for International Students.

Buku panduan mengulas secara sistematis hal-hal yaang wajib diketahui oleh mereka yang hendak kuliah di Korea Selatan, mulai dari persiapan sebelum berangkat, sistem pendidikan dan cara pendaftaran, serta petunjuk praktis hidup di sana. Bahkan cara membuang sampah pun dibahas di panduan ini.
Dapatkan juga Buku Panduan Kuliah di Jepang
Buku panduan versi Bahasa Inggris ini bisa diunduh secara GRATIS dengan klik di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat dan silakan bagikan ke rekan-rekan lain, siapa tahu mereka juga membutuhkannya.

Bagikan melalui:

06 Mei 2019

GRATIS: Buku Panduan Kuliah di Jepang


Kuliah di luar negeri, termasuk di Jepang, merupakan impian banyak orang. Namun tidak sedikit juga yang agak kuatir hidup mandiri di negara orang terutama pada masa awal yang membutuhkan adaptasi. Apalagi kultur di Jepang sangat berbeda dengan kultur di tanah air sehingga menambah kegamangan kita.


Namun kita tidak perlu terlalu kuatir, Japan Student Services Organization (JASSO) juga memahami kesulitan yang dihadapi mahasiswa dari luar Jepang yang hendak belajar di Negeri Matahari Terbit ini sehingga mereka menerbitkan sebuah buku elektronik Panduan Kuliah di Jepang. Dalam buku panduan ini dibahas banyak hal mengenai sistem pendidikan tinggi di Jepang, persyaratan imigrasinya, kehidupan di Jepang, prosedur magang dan bekerja di sana, serta banyak hal berguna lainnya.
Unduh juga Panduan Kuliah di Amerika Serikat
Dengan adanya buku panduan ini, kita sudah bisa memahami apa-apa yang harus dipersiapkan, kondisi seperti apa yang bakal kita hadapi, bagaimana mengatasi masalah yang kemungkinan akan timbul, dan sebagainya sehingga kita lebih siap untuk beradaptasi saat menjalani studi di Jepang.

Buku panduan ini diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan bisa diunduh secara GRATIS dengan klik di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat dan semakin menambah kepercayaan diri bagi teman-teman yang berniat menuntut ilmu di Jepang.

Bagikan melalui:

GRATIS: Buku Panduan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat


Hidup di negeri orang jauh dari sanak saudara dan teman-teman, terutama bagi yang baru pertama kali mengunjungi negara tersebut, seringkali membuat kita kebingungan, tidak tahu apa yang harus diperbuat atau harus bertaya kepada siapa. Para mahasiswa yang hendak melanjutkan studi di Negara Paman Sam tentu akan mengalami hal yang sama pada saat awal tiba di sana.


Namun untungnya ada Buku Panduan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat yang disusun bersama-sama oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, Forum Generasi Sinergi dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS). Dalam buku elektronik ini diulas berbagai hal yang perlu diketahui oleh mereka yang menuntut ilmu di Amerika Serikta, antara lain mengenai sistem pendidikan tinggi di sana, bagaimana cara mendaftar ke universitas, cara pengajuan visa belajar, akomodasi bagi mahasiswa, transportasi, bahkan sampai di mana mencari makanan halal pun ada.
Syarat dan Persiapan Memperoleh Beasiswa
Dengan mempelajari buku panduan ini, para (calon) mahasiswa yang akan menuntut ilmu di Amerika Serikat akan mendapat gambaran seperti apa kehidupan di sana serta tips praktis yang akan banyak membantu mereka beradaptasi. Dan yang lebih menggembirakan, buku panduan yang sangat bermanfaat ini bisa diunduh secara GRATIS dengan klik di sini.

Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga berhasil dalam studinya di Amerika Serikat.
Bagikan melalui:

01 Mei 2019

Persiapan dan Syarat Memperoleh Beasiswa


Ada berbagai jenis beasiswa, dan masing-masing memiliki syarat dan kriteria seleksi yang berbeda-beda. Dalam artikel ini kita akan bahas mengenai apa saja persyaratan dan persiapan yang harus dilakukan seorang pelamar beasiswa secara umum, dan belum tentu sesuai untuk setiap program beasiswa, agar peluang untuk lolos seleksi semakin besar.


PERYARATAN DAN PERSIAPAN AKADEMIS:

Nilai dan Prestasi Akademis
Pada umumnya, apalagi beasiswa yang kriteria utama seleksinya adalah prestasi akademis, nilai atau prestasi akademis menjadi salah satu syarat utama untuk lolos selsksi. Persiapan untuk mendapatkan nilai atau prestasi akademis yang bagus tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Prestasi akademis yang tercermin dari nilai yang diperoleh, merupakan hasil akhir dari suatu proses belajar yang panjang, sejak awal belajar sampai ujian akhir. Jadi kalau kita mau mendapat prestasi akademis yang bagus, satu-satunya jalan adalah belajar dengan sungguh-sunngguh dan tekun sejak awal menempuh jenjang pendidikan tertentu.

Penguasaan Bahasa Asing
Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan utama, selain prestasi akademis, adalah penguasan bahasa asing terutama bahasa Inggris. Hampir semua beasiswa luar negeri, dan beberapa beasiswa dalam negeri kelas internasional, mencantumkan syarat penguasaan bahasa Inggris pada level tertentu. Biasanya menggunakan nilai tes bahasa yang banyak diakui dan dijadikan standar penguasaan bahasa Inggris, seperti TOEFL dan IELTS. Jadi kalau kita berkeinginan untuk bisa melanjutkan kuliah di mancanegara, mau tak mau kita harus belajar dan menguasai bahasa Inggris dengan baik. Tanpa itu mustahil kita bisa lolos seleksi awal.


PERSYARATAN DAN PERSIAPAN NON AKADEMIS:

Potensi Kepemimpinan:
Banyak program beasiswa yang mencantumkan syarat potensi kepemimpinan sebagai salah satu kriteria seleksi. Memang tidak mudah menilai potensi kepemimpinan seseorang, namun dengan mempelajari rekam jejaknya dalam berorganisasi tim penilai bisa mendapatkan gambaran apakah seseorang memang punya potensi kepemimpinan atau tidak. Maka dari itu banyak program beasiswa yang mensyaratkan pelamar harus aktif berorganisasi, baik di dalam sekolah/kampus maupun organisasi di luar kampus.

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan
Selain potensi kepemimpinan, banyak program beasiswa yang menjadikan faktor keterlibatan pelamar dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dalam kriteria seleksinya. Mayoritas lembaga pemberi beasiswa menghendaki ilmu yang didapat oleh penerimannya bisa bermanfaat, bukan cuma buat pribadi penerima saja, namun juga berdampak positif untuk masyarakat sekitar, negara, bahkan pada level global. Para pemberi beasiswa lebih menyukai para pelamar yang sudah terbiasa dalam kegiatan-kegiatan sosial, apapun bentuknya, di masyarakat. Apalagi kalau mereka sudah punya rekam jejak kiprah pelamar dalam kegiatan yang membantu masyarakat di lingkungannya.


SYARAT DAN PERSIAPAN ADMINISTRATIF:

Selain syarat dan persiapan akademis dan non akademis di atas, kita juga harus melakukan persiapan administratif apabila serius berniat mendapatkan beasiswa. Lakukan apa yang bisa dilakukan sekarang, sekalipun belum hendak melamar beasiswa, karena tidak jarang periode pendaftaran suatu beasiswa sangat singkat sehingga kita tidak cukup waktu untuk mempersiapakan persyaratam administratifnya.

Berikut syarat-syarat dokumen yang bisa kita persiapkan dari awal:

Ijazah, Sertifikat dan Transkrip Nilai
Kita harus selalu siap dengan salinan/fotokopi Ijazah, sertifikat, serta transkrip nilai yang sudah dilegalisir oleh yang berwenang. Selain itu, kita juga harus sudah punya file hasil scan dokumen-dokumen tersebut untuk antisipasi apabila pendaftaran dilakukan secara online dan dokumen harus dikirim/diunggah softcopynya. Apabila berniat melanjutkan studi ke luar negeri, sebaiknya ijazah dan transkrip nilai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah karena biasanya dokumen ini harus dilampirkan saat mendaftar.

Curriculum Vitae (CV)
CV biasanya bersisi mengenai data pribadi, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja (kalau ada), keahlian dan keterampilan yang dimiliki, prestasi yang pernah dicapai, dan keterangan lain yang relevan. Serupa dengan Daftar Riwayat Hidup (resume), hanya CV biasanya lebih mendetail dan komprehensif. Sebaiknya kita menyiapkan juga CV dalam bahasa Inggris terutama bila kita berniat melamar beasiswa di luar negeri.

Motivation Letter dan Esai
Program beasiswa luar negeri pada umumnya mensyaratkan pelamar menulis Motivation Lettter dan, kadang-kadang, juga Esai. Motivation Letter merupakan penyataan pribadi kita untuk meyakinkan tim penilai mengapa kita layak dan orang yang tepat untuk memperoleh beasiswa. Panjang Motivation Letter kadang-kadang sudah ditentukan, misalnya maksimal 500 kata.
Berbeda dengan Motivation Letter, Esai merupakan karangan singkat mengenai satu topik yang sudah ditentukan. Esai berisi pandangan, pendapat serta pengamatan kita mengenai topik tersebut.
Motivation Letter (dan Esai) merupakan hal yang sangat mempengaruhi keputusan tim penilai apakah kita layak dan orang yang cocok untuk mendapat beasiswa, sebelum dilakukan wawancara langsung (apabila ada) untuk mengambil keputusan final. Mengingat pentingnya kedua dokumen ini, kita harus memberi perhatian sangat serius dan menghindari kesalahan sedikitpun dalam menyusun Motivation Letter dan Esai, baik itu salah ketik, salah tata bahasa, salah pemilihan kata, dan berbagai kesalahan lain. Karena itu, ada jasa profesional khusus yang bisa membantu menyunting Motivation Letter dan Esai sebelum kita kirimkan.
Karena sifatnya yang sangat spesifik terkait pada jenis atau bidang studi beasiswa yang kita lamar, serta topik yang ditentukan untuk Esai, maka hampir tidak mungkin kita menyiapkan Motivation Letter dan Esai sebelum tahu persis beasiswa apa yangkita lamar. Namun tidak ada salahnya apabila kita sudah memiliki kerangka atau template sehingga kita tinggal mengisikan konten yang sesuai saja, ini jauh lebih cepat dan mudah daripada harus menyusun dari nol.
Seperti dokumen lain, apabila hendak melamar beasiswa luar negeri, kita juga harus menyiapkan Motivation Letter dan Esai dalam bahasa Inggris.


Apabila kita hendak melamar beasiswa ke luar negeri maka ada dokumen lain yang juga perlu kita persiapkan:

Paspor
Mustahil kita bisa ke luar negeri (secara legal) apabila tidak memiliki paspor. Kebanyakan program beasiswa internasional meminta pelamar mencantumkan nomor paspor yang masih berlaku, jadi tidak ada salahnya apabila kita sudah memiliki paspor untuk antisipasi apabila diminta datanya pada saat mendaftar. Perlu diingat bahwa paspor berlaku 5 tahun, dan biasanya syarat beasiswa internasional mengharuskan paspor yang masih berlaku minimal sekian tahun.

Nilai TOEFL atau IELTS
Hal lain yang perlu kita antisipasi adalah keharusan melampirkan sertifikat nilai tes bahasa Inggris, apakah itu TOEFL, IELTS, atau tes yang lain. Dan untuk mendapatkan nilai tes-tes ini perlu waktu karena kita harus mengikuti ujian yang diadakan oleh lembaga-lembaga yang berwenang untuk menyelenggarakan tes tersebut. Jadi kalau memang berniat melamar beasiswa luar negeri, sebaiknya kita sudah memiliki sertifikat nilai tes bahasa Inggris ini. Perlu diingat, biasanya yang diterima adalah hasil tes yang dilakukan tidak lebih dari 2 tahun sebelumnya. Artinya setiap 2 tahun kita harus melakukan tes lagi.

Demikian beberapa hal yang sebaiknya kita sudah persiapkan sebelum kita mendaftar program beasiswa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sekali lagi, setiap program beasiswa memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Apa yang kita bahas dalam artikel ini hanya bersifat umum yang belum tentu ssesuai dengan syarat yang diminta untuk beasiswa tertentu.
Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa sebarkan ke teman-teman lain.
Bagikan melalui:

Mengenal Berbagai Jenis Beasiswa


Mencari peluang beasiswa tidak hanya sekedar mencari informasi, sebaiknya teman-teman  pencari beasiswa juga mengenal berbagai jenis beasiswa sehingga bisa memilih yang paling sesuai dengan profil serta peminatan masing-masing sehingga peluang untuk lolos seleksi semakin besar. Dalam artikel ini akan dibahas jenis-jenis beasiswa secara umum karena setiap program beasiswa pasti memiliki keunikan tersendiri.

JENIS BEASISWA BERDASARKAN SUMBER PENDANAAN:

Pemerintah Republik Indonesia
Pemerintah RI memiliki berbagai program beasiswa untuk semua jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Beasiswa ini disalurkan melalui kementerian serta lembaga negara. Yang banyak dikenal antara lain Bidikmisi, LPDP (dengan banyak jenisnya), serta Kartu Indonesia Pintar. Selain Pemerintah Pusat, pemeritah daerah provinsi serta kabupaten/kota pada umumnya juga memiliki program beasiswa untuk penduduk di wilayah masing-masing.

Pemerintah Negara Asing
Banyak sekali negara asing yang mendanai program beasiswa bagi para pelamar internasional yang berniat meneruskan studi di negara mereka. Beberapa negara yang cukup dikenal memiliki program beasiswa favorit antara lain: Amerika Serikat (Fulbright), Inggris (Chevening), Jepang (Monbukagakusho/MEXT), Korea Selatan (GKS), Australia (Australia Awards), Jerman (DAAD), Perancis (Eiffel Scholarship), Uni Eropa (Erasmus+), dan masih banyak lagi

Organisasi dan Yayasan
Selain negara, banyak juga organisasi dan yayasan, baik di dalam maupun di luar negeri, yang mendanai program beasiswa. Sebut saja Bank Dunia, Asian Development Bank, Rotary Foundation, Bill and Melinda Gates Foundation, serta masih banyak lagi. Demikian pula di dalam negeri, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tanoto Foundation, Van Deventer Maas Indonesia hanya sebagian dari yayasan dalam negeri yang memberikan beasiswa.

Perusahaan
Hampir semua perusahaan besar di Indonesia memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR), yang sebagian dananya dialokasikan untuk bidang pendidikan termasuk pemberian beasiswa. Beasiswa Djarum Plus, BCA Peduli Anak Bangsa, dan XL Future Leaders adalah beberapa contoh beasiswa yang didanani oleh perusahaan.

Perguruan Tinggi
Beasiswa yang didanai sendiri oleh perguruan tinggi cukup banyak kita jumpai, terutama oleh perguruan tinggi swasta. Biasanya beasiswa diberikan kepada para mahasiswa lama atau para pendaftar yang berprestasi berupa pembebasan uang kuliah, pembebasan uang pangkal dan sebagainya.


JENIS BEASISWA BERDASARKAN CAKUPAN PEMBIAYAAN:

Beasiswa Penuh (Full Scholarship)
Beasiswa penuh, sesuai namanya, mencakup semua biaya esensial yang harus dikeluarkan pelajar/mahasiswa dalam menjalani studinya. Biasanya mencakup uang kuliah, uang ujian, biaya hidup, biaya buku dan materi pelajaran, akomodasi, asuransi, dan bila beasiswa luar negeri , mencakup pula biaya tiket penerbangan. Namun ada kalanya yang dimaksud beasiswa penuh hanya mencakup 100% biaya kuliah saja. Jadi pencari beasiswa harus mempelajari betul komponen biaya apa saja yang dibayar oleh program beasiswa tertentu.

Beasiswa Sebagian (Parsial)
Kebalikan dari beasiswa penuh, beasiswa sebagian atau parsial hanya mencakup beberapa komponen biaya studi saja. Bahkan ada yang hanya mencakup 50% dari uang kuliah, sedangkan biaya lain-lainnya harus ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa (atau sponsornya). 

Beasiswa Hibah
Beasiswa hibah memberikan hibah dana yang jumlahnya tertentu bagi para penerimanya. Bisa hibah sekaligus maupun hibah berkala, per bulan atau per semester. Biasanya jumlahnya tetap dan sama untuk jenjang studi yang sama. Yang masuk jenis ini contohnya Kartu Indonesia Pintar. Beasiswa beberapa perusahaan juga ada yang memakai sistem hibah ini.

Beasiswa Ikatan Dinas
Biasanya beasiswa ikatan dinas mencakup semua pembiayaan, bahkan sampai seragam dan kelengkapan wajib lainnya juga ditanggung oleh pemberi beasiswa. Namun ada semacam perjanjian bahwa setelah lulus nanti, penerima beasiswa diwajibkan bekerja untuk pemberi beasiswa, atau lembaga/perusahaan yang ditunjuk untuk kurun waktu tertentu. Sekolah Kedinasan seperti IPDN, Politeknik Keuangan Negara (STAN), STIP, dan sebagainya, menggunakan sistem beasiswa ikatan dinas ini. Beberapa perusahaan swasta juga memberikan beasiswa dengan ikatan dinas.


JENIS BEASISWA BERDASARKAN KRITERIA SELEKSI:

Beasiswa Prestasi Akademis
Beasiswa jenis ini menggunakan sistem seleksi dengan prioritas prestasi akademis pelamar pada jenjang pendidikan sebelumnya (merit based). Tentu saja ada kriteria seleksi lainnya seperti syarat administratif serta persyaratan normatif lainnya. Program beasiswa berbasis prestasi akademis ini memang sangat banyak, namun sekaligus sangat kompetitif.

Beasiswa Berbasis Kebutuhan Ekonomi
Beasiswa jenis ini memakai faktor kondisi ekonomi pelamar sebagai faktor utama dalam seleksinya. Biasanya ditujukan untuk golongan yang kurang mampu secara finansial, yang apabila tanpa bantuan beasiswa hampir mustahil mereka dapat melanjutkan studinya.

Beasiswa Prestasi Non Akademis
Ada juga beasiswa yang diprioritaskan bagi mereka yang memiliki prestasi non akademis, misalnya prestasi di bidang olahraga, seni budaya, kegiatan sosial, dan sebagainya.

Beasiswa untuk Kelompok Khusus
Ada juga beasiswa yang menyasar kelompok-kelompok khusus. Bisa berdasarkan profesi tertentu misalnya beasiswa khusus untuk guru/dosen, jurnalis, PNS, dan lain-lain. Bisa juga berdasar domisili atau asal pelamar seperti beasiswa khusus untuk daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), beasiswa khusus untuk penduduk wilayah tertentu (biasanya beasiswa yang didanai oleh pemerintah daerahnya). Atau berdasar pendidikan, misalnya beasiswa khusus untuk lulusan pondok pesantren.

Sekalipun ada kriteria prioritas dalam seleksinya, tapi banyak juga yang menerapkan kriteria gabungan, misalnya beasiswa untuk pelamar berprestasi yang memiliki kondisi keterbatasan ekonomi, atau untuk penduduk wilayah tertentu yang memiliki prestasi di bidang olahraga, dan sebagainya.



JENIS BEASISWA BERDASAR PERUNTUKAN:

Beasiswa Studi
Beasiswa yang diberikan dalam rangka membantu aspek finansial penerimanya selama menempuh pendidikan janjang tertentu. Bisa diberikan selama masa studi normal (misalnya 4 tahun untuk jenjang S1), bisa juga berikan untuk jangka waktu tertentu saja, misalnya hanya diberikan selama 1 tahun akademis dan tidak bisa diperpanjang. Beasiswa studi merupakan beasiswa yang paling banyak ditawarkan, sekaligus yang paling banyak dicari.

Beasiswa Penelitian
Beasiswa jenis ini diberikan khusus untuk mereka yang melakukan penelitian ilmiah. Biasanya pelamar harus mengirimkan proposal penelitian ke lembaga pemberi beasiswa untuk dikaji kelayakan dan kemanfaatannya. Kadang-kadang tema penelitian juga sudah ditentukan. Besaran beasiswa penelitian biasanya bervariasi sesuai proposal yang disetujui.

Beasiswa Kuliah Singkat atau Pelatihan
Beasiswa Kuliah Singkat (atau sering disebut sebagai short course) diberikan untuk program-program singkat di bidang tertentu yang biasanya berlangsung singkat (satu tahun akademis atau bahkan kurang). Ada juga beasiswa yang diberikan agar peserta bisa mengikuti pelatihan tertentu, biasanya berdurasi singkat, selama beberapa bulan saja atau bahkan hanya beberapa pekan.

Beasiswa Pertukaran Pelajar atau Mahasiswa
Cukup banyak program beasiswa yang membiayai program-program pertukaran pelajar/mahasiswa (exchange) untuk belajar di jenjang pendidikan yang sama di isntitusi pendidikan di luar negeri. Biasanya berdurasi 1 tahun akademis dan ada kalanya nilai yang diperoleh selama program ini bisa ditransfer ke perguruan tinggi asal sehingga peserta tidak kehilangan waktu selama exchange.

Beasiswa Seminar dan Kegiatan Non Akademis
Banyak juga lembaga yang menawarkan pembiayaan bagi peserta yang hendak mengikuti seminar atau kegiatan non akademis lainnya. Beasiswa jenis ini biasanya ditujukan untuk kelompok tertentu sesuai dengan tema seminar.


Demikian sekilas tentang berbagai jenis beasiswa, diharapkan dengan memahami jenis beasiswa, para pencari beasiswa bisa lebih fokus menyasar beasiswa yang paling sesuai dengan kondisi dan profil masing-masing.


Semoga informasi ini bermanfaat, silakan disebarkan ke teman-teman yang lain.
Bagikan melalui:
@ BeasiswaKita 2019. Diberdayakan oleh Blogger.

Artikel Direkomendasikan

Bali WISE: Pelatihan Perhotelan & Digital Marketing Gratis di Bali

Bali WISE ( Women of Indonesia Skills Education ) adalah sebuah program beasiswa pelatihan yang diprakarsai oleh Yayasan Role Bali yang...

ARSIP ARTIKEL